Senin, 10 Desember 2012

IMM Abdya Gelar Aksi Anti Korupsi Di Bundaran Cerana

* Tuntut Tuntaskan Sejumlah Kasus Korupsi

BLANGPIDIE - Menyambut hari anti korupsi se-dunia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar aksi demo di  Bundaran Cerana, Kota Blangpidie, Minggu (9/12) siang. Mereka mendesak aparat penegak hukum setempat secepatnya menuntaskan sejumlah kasus dugaan tindak korupsi, dan  menuntut Kejaksaan Negeri Blangpidie dan Kapolres Abdya mundur dari jabatannya, jika sampai tanggal 31 Desember 2012 gagal menuntas kasus dugaan korupsi  di daerah seempat.

Aksi demo berjalan tertib dan lancar dimulai sekitar pukul 09.30 WIB melibatkan puluhan peserta dari PC IMM. Selama aksi berlangsung, arus  lalu lintas di lokasi tetap berjalan lancar. Di lokasi, peserta demo mengusung sejumlah spanduk dari kertas karton dan kain putih betuliskan sorotan dan sindiran terhadap aparat penegak hukum dan oknum pejabat.

Seperti spanduk bertuliskan “Penegak hukum Abdya tuntaskan para koruptor di Abdya”. “Tikus berdasi hama yang sangat berbahaya wajib dibasmi”. “Adili Koruptor dan usut untas sejumlah kasus korupsi di Abdya”. “Para penegak hukum jangan tergoda dengan uang receh”. “IMM Abdya kutuk kebiadaban Pioner-pioner koruptor di Abdya”. “Adili dan asingkan para tikus berdasi di negeri breuh sigupai”.

Dalam aksi yang dikawal sejumlah aparat kepolisian itu, beberapa peserta aksi demo menyampaikan orasi  silih berganti. Intinya  menyorot ketidakmampuan aparat penegak hukum setempat dalam menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan beberapa oknum pejabat setempat.  Ketua Umum PC IMM Abdya, Julida Fisma, turut menyampaikan orasi.

Setelah orasi, Koordinator Aksi, Zulfahmizar membacakan pernyataan sikap PC IMM Abdya yang diberi judul “Selamatkan Abdya, Tuntaskan Kasus Korupsi”.  Ada empat poin penting pernyataan sikap IMM untuk merespons kondisi Abdya.

Senin, 12 November 2012

BUPATI ACEH BARAT DAYA MERESMIKAN LAB BAHASA DAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN LAB TERPADU STKIP MUHAMMADIYAH

.Blangpidie: Bupati Aceh Barat Daya Ir Jufri Hasanuddin MM, hadiri acara peresmian laboratorium Bahasa dan peletakan batu pertama pembangunan laboratorium terpadu STKIP Muhammadiyah di komplek kampus STKIP Muhammadiyah Padang Meurante Kecamatan Susoh Rabu (7/11).
Forum Ini daihadiri oleh  Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Ketua STKIP Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Hj. Liswarni ( Anggota DPRA ), Kodim O107 Aceh Barat Daya, Kapolres Aceh Barat Daya, Kajari Aceh Barat Daya, MPU Aceh Barat Daya dan sejumlah dosen serta mahasiswa STKIP Muhammadiyah.
Ketua Panitia Afdhal Jihad, S.Ag.MPd dalam laporannya mengatakan, STKIP Muhammadiyah dalam penerimaan mahasiswanya tidak hanya untuk kalangan Muhammadiyah saja tetapi juga untuk seluruh anak negeri. ”STKIP Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya hingga saat ini terus memfokuskan diri pada peningkatan karakteristik mahasiswa yang harmonis dan islami,” imbuhnya.
Peresmian laboratorium Bahasa dan pelatakaan batu pertama pembangunan laboratorium terpadu STKIP Muhammadiyah merupakan bantuan aspirasi anggota DPRA Aceh Hj. Liswarni dari Partai Amanat Nasional (PAN),”Walau selama ini pemerintah daerah sangat kurang memberikan perhatiaannya, namun STKIP Muhammadiyah mampu berdiri dan mandiri,” pungkasnya.
Bupati Aceh Barat Daya Ir Jufri Hasanuddin dalam arahannya tidak menapik kurangnya perhatian Pemkab selama ini, namun kedepan Bupati mengatakan Pemkab akan membantu setiap proses di STKIP Muhammadiyah. ”Pada tahun 2013 ini Insyah Allah Pemkab Aceh Barat Daya akan memberikan bantun 2 miliar untuk pembangunan STKIP Muhammadiyah,” imbuh Bupati
Bupati mengatakan, adanya STKIP Muhammadiyah diharapkan Aceh Barat Daya mampu melahirkan putra-putri berwawasan luas dan mandiri. ”STKIP Muhammadiyah harus mampu meningkatkan kwalitas dan kuantitasnya sehingga Aceh Barat Daya dapat melahirkan putra-putri yang dapat memajukan daerah,” katanya.

 

Minggu, 14 Oktober 2012

PELATIHAN KEPEMIMPINAN DASAR SISWA MAS KUALA BATEE


.

Sebanyak 40 peserta dari siswa-siswi MAS Kuala batee mengikuti pelatihan Kepemimpinan Dasar  yang dilaksanakan oleh OSIM MAS Kuala batee Bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh Barat Daya. Pelatihan ini dilaksanakan bertujuan untuk membentuk karakter siswa siswi seperti yang dipaparkan oleh Hj.Rosnani Adam DA selaku pengawas pendidikan kementerian Agama Islam Kabupaten Aceh Barat Daya pada saat pembukaan acara tersebut di aula MAS Kuala batee.
Juga disampaikan oleh Syahrul Ramadhan,S.Pd.I selaku wakil kepala Madrasah sekaligus Pembina OSIM MAS Kuala Batee, beliau juga menyampaikan agar acara tersebut terlaksana dengan sukses serta menyerahkan seluruh peserta kepada Instruktur dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh barat Daya.
Pelatihan kepemimpinan dilaksanakan sehari semalam pada tanggal 13-14 oktober 2012 di aula mas kuala batee dengan tema “Bina Akhlak dan  Intelektual wujudkan prestasi anak didik” kegiatan ini juga di isi beberapa materi mengenai peran siswa dalam masyarakat,akhlakul karimah ,job description,penyusunan laporan serta materi kepemimpinan.
Kegiatan ini di akhiri dengan mengikuti renungan suci bagi seluruh peserta.( Immawan Martunis )


Kamis, 11 Oktober 2012

KUTIPAN KATA-KATA BIJAK KETUM IMM ACEH BARAT DAYA

 OLEH : JULIDA FISMA
KETUA UMUM PC IMM ACEH BARAT DAYA

1.Jika ke egoan sudah meliliti hati seorang Pemimpin, Maka, kehacuran Hanya menunggu hitungan detik saja. (Julida Fisma).
2.Pemimipin yang bijak bukan hanya mengakomodir semua masukan, akan tetapi mampu menyatukan perbedaan kepentingan yang layak untuk di putuskan. (Julida Fisma).
3.Keutamaan hidup, bukan bagaimana kita mampu merangkul,mengajak, memfitnah dan mengadu domba orang lain, Akan tetapi, ke utamaan hidup adalah bagaimana kita mampu untuk saling sehat menasehati demi sebuah kebenaran. (Julida Fisma)
4. Menepati Janji Lebih Baik Dari Jutaan Alasan. (Julida Fisma)
5. Berpikir sedetik untuk melangkah, tidak menyebabkan anda akan rugi. Melangkah tanpa berpikir bisa jadi menuai harapan yang tak pasti. (Julida Fisma).
6. Mengakui Kesalahan dan berjabat tangan untuk sebuah perbaikan, akan lebih bermakna dari memelihara sifat ke egoan, karena ego berlebihan berdampak pada diri dan orang lain. (Julida Fisma)    
 

Rabu, 10 Oktober 2012

KASIH TERSELIMUTI

Oleh : Julida Fisma
Ketua Umum PC IMM Aceh Barat Daya

Setiap pemimpin tentu ada masanya, setiap masa tentu akan berakhir, ungkapan sederhana, namun mengandung ribuan makna, lalu apa kaitannya dengan kasih terselimuti? Jawabannya ada ,akan tetapi punya siratan dan kiasan makna tersendiri. Kasih disini merupakan wujud perbuatan yang di berikan secara sengaja untuk sebuah harapan baru dan nyata, tetapi sering di baluti oleh sejuta kepentingan-kepentingan yang tidak pasti, kasih terselimuti bisa di kolerasikan dengan kepentingan apa saja, Dari mulai kepantingan pribadi, golongan, kelompok dan lain sebagainya.
Sebuah contoh sederhana, menjelang Musyawah Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kabupaten yang berjulukan Negeri Breuh Sigupai yang hanya tingga hitungan hari lagi menjadi momen yang “suci” untuk transpormasi kader dalam menyambung estapet kepemimpinan. Tentunya di sini akan adanya sebuah arena tempat Kontestan-kontestan berkompetisi secara sehat tanpa ada cara-cara anti demokrasi, (kita harapkan seperti itu), mereka yang bersaing adalah kader-kader yang berdedikasi tinggi yang diawali oleh proses-proses dan berakhir dengan pemberian mandat oleh Ikatan untuk menjalankan roda Organisasi.
Contoh sederhana di atas adalah sebuah momen, bagi orang-orang yang punya kepentingan, baik sesaat, maupun seterusnya, bersifat pribadi, kelompok dan sebagainya esensialnya tetap pada koridor awalnya itu KEPENTINGAN, namun perlu digaris bawahi bukan kepentingan kalayak banyak sekalipun kata kepentingan kalayak banyak itu juga diselimuti. Kita kembali ke pokok persoalan terkait dengan Judul KASIH TERSELIMUTI.
Disini akan hadir oknum,tokoh-tokoh,senior-senior dan Kanda-kanda yang seolah-olah menjadi juru penyelamat bagi Ikatan dimaksud, namanya juga sesepuh, tentu retorikanya bisa mematahkan setiap sudut pandang orang lain sekalipun rasional. Disitu sang TOKOH akan menebarkan angin segar yang mampu menina bobokkan segenap bawahan or juniornya yang masih mempunya pengalaman organisasi dangkal, kalau dalam bahasa ENGLISHnya “ DI PEUBODOH-BODOH” alias di pengeut, saya tidak mengatakan itu benar tapi begitu adanya.
Untaian kata MENYELAMATKAN, SAYANG terhadap oragnisasi gencar di alamatkan dan di bicarakan disaat berinteraksi dengan sejumlah kader-kadernya, kata “ menyelamatkan, sayang, bisa di artikan sebagai Sebuah “KASIH” atau “KEPEDULIAN” atau “RASA CINTA “ yang cukup mendalam terhadap organisasi. Bermodalkan kata-kata dan sikap “sok suci” tersebut akan menghasilkan puluhan pengikut, wow liciknya. Secara tidak langsung di arena musyab akan biasa mengakomodri kepentingannya dengan menitipkan orang-orangnya di Struktural nantinya, sebagai bentuk kepedulian”mereka” untuk menyelamatkan organisasi dari tangan-tangan orang yang menurut mereka tidak layak memimpin roda organisasi tepatnya orang nomor satu dalam Ikatan, berpijak pada Analisis Swot keliru persi mereka.
Disini kita akan ada sebuah PERBEDAAN dan perbedaan ini harus benar –benar cermat dinilai dan diteliti, saya yakin hanya orang-orang yang berdedikasi tinggi yang mampu mencermati secara bijak perbedaan ini, Kita coba bandingkan Yang mana sebenarya oknum Tokoh, senior, dan kanda kanda yang benar-benar loyal terhadap organisasi dan Tokoh,senior, kanda yang bermulut dan bersikap manis saja padahal mempunyai sejuta kepentingan.
KITA BUKTIKAN :
Oknum Senior, Tokoh, dan Kanda yang mengatakan sayang, cinta dan loyal terhadap oragnisasi yang bermain di belakang layar dan menitipkan orang –orangnya dalam structural formatur atas nama PENYELAMATAN Organisasi, apakah orang –orang ini yang benar benar loyal terhadap organisasi????
Atau ada Oknum Senior, tokoh dan Kanda yang hanya memperhatikan dari luar saja tanpa bermain dan meng interpensi juniornya???
Tentu jawabannya ada pada diri kita masing-masing, akan tetapi bagi saya, Senior, Kanda dan tokoh yang bermain di Arena musyab sekalipun itu meng atas namakan PENYELAMATAN itu adalah Senior, Kanda dan tokoh yang menghacurkan organisasi, dan melecehkan uniform ikatan dan itulah orang-orang yang dimaksud dengan KASIH TERSELIMUTI. Percaya atau tidak tergantung pada prinsip masing-masing.
Saya berharap kepada senior, tokoh dan kanda untuk tidak mempraktekkan KASIH TERSELIMUTI di arena Musyab nantinya, Biarkan kebebasan berdemokrasi secara sehat sesuai dengan keinginan mereka tanpa sedikitpun adanya interpensi, jika ingin Organisasi or Iktan ini jaya dan bermartabat untuk yang akan datang, dan saya cukup yakin jika para senior, kanda dan tokoh sepakat dengan karya kecil ini.
Kebebasan demokrasi beda dengan demokrasi interpensi, saya juga percaya bahwa peserta musyab punya niat baik untuk melaksanakan proses selektif tanpa adanya interpensi sedikitpun.

Bilahifisabilihaq Fastabikhul Khairat

Selasa, 18 September 2012

RELIGIUS, INTELEKTUAL DAN HUMANIS

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi gerakan mahasiswa sekaligus organisasi otonom Muhammadiyah.  Dalam sejarah pendiriannya, ada dua alasan dominan IMM dibentuk.  Pertama sebagai respon dan wadah perjuangan bagi mahasiswa Muhammadiyah atas persoalan bangsa yang dilanda kemelut politik, krisis sosial yang merembet pada krisis keamanan dan ekonomi pada tahun 60-an.  Dan akhirnya, direstui oleh Presiden Soekarno dalam tulisan tangan, ”Saya beri restu kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah” tertanggal 14 Maret 1964.  Kedua, alasan internal yakni kebutuhan Muhammadiyah untuk melakukan pengkaderan di tingkat universitas bagi para akademis muslim, sebagaimana yang dicita-citakan oleh KHA Dahlan : ”Muhammadiyah sekarang lain dengan Muhammadiyah yang akan datang, maka teruslah kamu bersekolah menuntut ilmu pengatahuan dimana saja, jadilah dokter, jadilah master, insinyur dan lain-lain, namun kembalilah ke-Muhammadiyah.” Disamping sebagai kader persyarikatan, IMM juga merupakan kader umat dan kader bangsa.

Trikompetensi gerakan IMM yang meliputi spiritualitas, intelektualitas, dan humanitas/kerakyatan merupakan satu kesatuan yang utuh (manunggal) tak terpisahkan, terinternalisasi dalam setiap pribadi kader IMM sebagai citra diri yang menuntut kepekaan terhadap perubahan dan berani melakukan pembelaan dan pemihakan terhadap kaum ”mustadl’afin” (tertindas).  Tiga pilar ini senantiasa menghadirkan kecerdasan aksional (panggilan) melakukan kesalehan sosial, memperjuangkan keadilan dan tidak terkontaminasi oleh pembusukan moral.  Kader-kader IMM tidak termasuk dalam daftar organisasi atau perorangan pengeruk kekayaan rakyat atau jaringan gerakan separatisme dan terorisme.

Peran mahasiswa hampir di seluruh daratan dunia selalu menunjukkan kepedulian terhadap kebijakan-kebijakan elit (kampus, instansi dan negara) yang berpengaruh langsung terhadap kepentingan masyarakat.  Mahasiswa selalu berada di garda terdepan jika dalam kebijakan-kebijakan yang dihasilkan elite telah menimbulkan ketimpangan.  Perjalanan panjang sebuah organisasi akan dibuktikan apa yang ia telah kerjakan dan apa pula yang telah dilahirkan didalam mengemban amanah ikatan melalui program kerja yang menyentuh pada konsep dan arah gerakan organisasi. 

Realitas negeri ini menunjukkan rapuhnya sendi-sendi kebangsaan, seperti suburnya korupsi dan penggusuran, kemelut politik yang tak kunjung usai, terjualnya aset-aset kerakyatan, hutan diganti lahan kering, sawah diganti pabrik, sungai menjadi tong sampah, ancaman disintegrasi, miras-narkoba dan free sex mengganti peran agama, jumlah pengangguran dan anak jalanan meningkat tajam, penjualan anak dan perempuan kian marak, LSM menjual data potensi negeri kepada pihak asing, media massa lebih menjadi alat propaganda ketimbang menjadi pengungkap fakta, tampilnya orang terlalu kaya di negeri miskin, lebih mencintai produk asing ketimbang produk berlebel lokal, lahirnya generasi tanpa kepedulian, sulitnya hidup di negeri sendiri, dan hilangnya kebanggaan menjadi bagian dari bangsa Indonesia.  Sementara, tantangan globalisasi dengan ancaman kapitalisme dan imprealisme hampir tak mampu dihindarkan, kondisi ini pada titik tertentu akan menghancur leburkan bangunan Indonesia, dan bukannya tidak mungkin menghapus Indonesia dari peta dunia.

Bagi IMM kondisi tersebut, tidak boleh berlarut-larut dibiarkan, Komitmen yang dibangun adalah kader IMM harus tampil sebagai kreator dan penggerak kemajuan agama dan pembangunan di seluruh sektor kehidupan bangsa, yang juga harus bebas dari kontaminasi  pembusukan moral bangsa.


Muktamar XV IMM : Membangun Peradaban Progresif Ikatan

 Oleh : Mora Harahap, S.Pd 

 Untuk kedua kalinya Sumatera Utara menjadi tuan rumah penyelanggaraan Muktamar IMM. Setelah tahun 1997 yang masih kita kenang sebagai Muktamar air mata dan sampai saat ini dokumentasinya masih tersimpan rapi di situs internet. Perhelatan akbar dua tahun sekali ini tidak saja sebagai sarana demokrasi memilih pimpinan tetapi juga merupakan sarana silaturahmi yang strategis dalam menuangkan ide-ide cemerlang untuk perbaikan ikatan menuju perubahan bangsa yang semakin cerah nantinya.
            Muktamar yang mengambil tema ”Kristalisasi Gerakan Kaum Muda Untuk Indonesia Bangkit” menjadi sangat penting bagi ribuan kader IMM yang datang ke kota medan hanya untuk menyaksikan organisasi yang mereka cintai ini terus berkiprah menjadi oase ditengah-tengah kekeringan identitas bangsa, ketidakadilan sosial, dan krisis multidimensi yang mencengkram suluruh lapisan bangsa ini. Maka tidak berlebihan jika kita masih yakin bahwa IMM salah satu organisasi kemahasiswaan yang masih menjaga idealisme gerakan itu. Karena hari ini hanya idealisme itu yang mahal di negeri ini.
            Berbicara kaum muda tentu tidak terlepas dari momentun perubahan yang senantiasa digagas oleh para pemuda khususnya mahasiswa. Gerakan kritik vertikal-horizontal  (terhadap pemerintah dan parlemen) dan moral-intelektual (kaderisasi dan demokratisasi kampus) menjadi hal yang wajar untuk terus dilakukan. Paradigma baru tersebut adalah eksistensi gerakan dakwah dan ilmiah merajut intertekstualitas wacana dan realitas konstetktual masyarakat. Dalam buku “Grassroots Resistance : Social Movement on XX Century America” menjelaskan kepada kita sebuah pengalaman dari gerakan mahasiswa, kaum pekerja, dan parpol di Amerika pada abad XX yang mengembangkan wahana sistem analisis dan gerakan sosial. Wahana sistem analisis merupakan gerakan untuk mengisi stock of knowledge.  Sebuah gerakan sistematis mendiskusikan materi-materi realitas sosial-ekonomi-politik secara kritis. Sedangkan gerakan soial merupakan lahan apresiasi wacana tentang realitas social-ekonomi-politik yang telah dikerjakan.
            Peradaban Progresif
Peradaban (civilization) meinjam istilah Raymon Williams meupakan suatu kondisi dari kehidupan sosial masyarakat yang organik. Ciri khasnya adalah profesional, concern terhadapap pembagian kerja, serta taat hukum. Berbeda dengan masyarakat barbar yang mekanik bercirikan sebaliknya. Jika kita melihat konstruksi peradaban yang berbasis pada tradisi islam maka kita akan menemukan masyarakat madani yang pernah ditorehkan Rasulullah. Maka peradaban progresif yang dimaksd disini adalah masyarakat yang secara nilai dan praksis memanifestasikan keadilan, toleransi, terbuka, dan siap menjalin hubungan dengan siapa saja untuk membangun harkat dan martabat manusia.
Persolannya adalah mampukan IMM mebangun perdaban progresif tersebut? Jika kita memakai analis SWOT untuk menjawab pertanyaan tersebut sungguh IMM memilik potensi yang sangat besar dalam membangun peradaban progrsif tersbut. Kekuatan IMM saat ini sudah sampai ke seluruh penjuru tanah air dengan sumber daya manusia yang beragam rasanya menjadi sangat penting untuk diberdayakan secaa optimal. Jika pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan pernah berpesan jadilah insinyur, master, dan doktor tapi kembalilah ke Muhammadiyah. Maka tidak salah juga kalau IMM melakukan maping para kader-kader dan alumninya untuk bisa diberdayakan dalam penguatan peran civil society. Kelemahan kita hari ini adalah masih sering terjebak pada isu-isu yang lahir dari penguasa, bukan muncul dari kita sendiri. Pada level kaderisasi kita masih sering bingung menterjemahkan identitas IMM yang sesungguhnya. Padahal bagi saya sebuah organisasi sekaliber IMM merupakan gerakan dengan membawa identitas intelektual yang jelas,
Oleh karenanya, kesempatan berharga kita adalah muktamar kali ini. Menjelang setengah abad IMM ini harus lahir komitmen ikatan yang tinggi membangun peradaban progresif. Ancaman kedepan yang harus kita hadapi adalah salah dalam menyusun agenda-agenda perubahan yang sistematis. Sehingga pada level pusat kita terkesan hanya melahirkan agenda persiapan suksesi pimpinan ke pimpinan berikutnya dalam forum muktamar. Karena waktu yang sedikit itu tidak mampu dioptimalkan untuk merancang agenda-agenda yang berkelanjutan, terarah dan terukur.
            Secara intitusi IMM harus memandang realistis karena untuk mewujudkan itu tidak bisa bekerja sendiri. Jaringan merupakan wahana bagi siapapun kader IMM yang bervisi sama untuk membangun prisnsip demokrasi, keadilan , dan kesejahteraan. Tentu tidak dengan menggunakan logika perbedaan agama, perbedaan etnis. Melainkan pilihan untuk bersama-sama kampanye isu strategis yang digagas sendiri oleh IMM. Ikatan ini harus mampu menembus dinding tebal institusi-institusi negera untuk bekerjasama menciptakan program-program yang mampu mengangkat harkat dan martabat umat manusia. Tentu IMM harus mampu menempatkan posisinya kapan untuk bekerjasama dengan pemerintah dan kapan IMM berdiri tegak angkat bendera melawan kegagalan pemerintah mengelolah bangsa ini.
            Di tengah fajar harapan baru yang akan terbit, kini saatnya IMM bisa membangkitkan bangsa ini melalui : Pertama, concern terhadap isu-isu spesifik, seperti HAM, dialog lintas agama. Kedua, selalu kritis dalam membaca kebijakan publik yang dilahirkan oleh negara. Ketiga, tetap melakukan rekayasa sosial untuk perubahan. Keempat, membangun persenyawaan dengan lembaga negara yang bisa menerima dan menterjemahkan aspirasi masyarakat. Kelima, mendorong seluruh kalangan mahasiswa untuk mau diajak berpartisipasi sebagai preasure group dan lerning circle dalam membangun bangsa. Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqulkhairat. (Penulis adalah pengurus harian DPP IMM)