Rabu, 06 Februari 2013

Merasa tak di Hargai Belasan Kader IMM terobos ruang Ketua DPRK Abdya

Blangpidie. Belasan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) datangi ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), kehadiran mereka ke gedung dewan tersebut di duga karena kekesalan terhadap perilaku dan sikap ketua dewan yang sering ingkar janji terhadap mahasiswa. setiba di ruangan dalam gedung DPRK Abdya, kader IMM disambut langsung oleh Ketua DPRK Abdya M.Nasir dan langsung di bawa keruang kerjanya untuk berdiskusi terkait persoalan yang dihadapi.

                Saat memasuki ruangan ketua dewan Abdya itu, terlihat sudah ada beberapa orang yang menunggu seperti Asisten pribadi dan salah seorang Sekretaris yang sedang membuka lembaran buku agenda surat, mereka yang datang Ketua Bidang Hikmah PC IMM Abdya beserta belasan Kader lainnya. Tanpa mengurangi rasa hormat Zulfahmizar langsung membuka forum dialogis dengan Ketua Dewan terkait dengan Persoalan yang sedang mereka hadapi.
                Dalam kesempatan itu, Zulfahmizar mempertanyakan kinerja para sekretariat DPRK Abdya yang bekerja di bagian umum, dan mempertanyakan sikap ketua DPRK dalam menampung setiap pengaduan mahasiswa. “ass.langsung saja pak ketua dewan yang terhormat, kami kader imm abdya mempertanyakan terkait kinerja teman-teman yang ada di bagian umum, kenapa ini saya tanyakan karena terkait dengan adanya proposal imm yang sudah diagendakan tetapi saat ingin di telusuri kembali proposal imm sudah tidak ada lagi (hilang). Kedua  kami sudah berkali-kali mengajukan proposal kepada bapak secara langsung, karena ada sebuah ketakutan “nanti hilang lagi kalau di agendakan”kami pikir lebih baik secara langsung akan tetapi yang kami ajukan secara langsung juga  tidak tau kemana?” ulas Zulfahmizar.
                Mendengar pertanyaan tersebut ketua DPRK Abdya M.Nasir.SH, menjawab sekaligus memanggil asisten pribadinya mengecek kebenaran yang sesuai lontaran pertanyaan tersebut, sambil menunggu kepastian dari aspri, Nasir menjawab pertanyaan kedua, kita sangat serius menangani permasalahan mahasiswa apalagi IMM yang selama ini cukup eksis dalam menyuarakan kebenaran, tentu tidak mungkin saya melihat IMM sebelah mata. Adek adek imm tau saya saat ini serba kekurangan jadi tolong dimengerti dan saya tidak saja melayani Mahasiswa tetapi juga masyarakat, saat ini saja hampir segudang proposal yang saya terima, wajar saja kalau saya lupa. “ saya mengerti keadaan adek-adek, sebab saya dulu juga mahasiswa, saya cukup mengerti, prosedur yang saat ini berlaku adalah bertahap yang kita dahulukan yang awal dulu “Jelas nasir dengan khas Acehnya.
                Mendengar jawaban tersebut Sejumlah kader bertanya secara prontal “ kalau itu jawabannya berati, tidak jelas prosedur yang berlaku di DPRK Abdya, Kita terima alasan tetapi harus ada kepastian yang jelas,misalnya ada atau tidak, ini tidak, besok,besok dan besok, kalau bapak ingin membantu ya jangan seperti itu, masak 4 proposal IMM masuk ke DPRK Abdya sekalipun tidak pernah ada bantuan, ini ada apa??? Yang tidak enaknya kami dengan semua proposal IMM Abdya Hilang di Institusi DPRK,
                Pada kesempatan yang sama tiba-tiba Aspri melaporkan Kalau Proposal IMM sudah tidak ada lagi, hilang, yang ada cuma 1 dari tiga proposal yang di ajukan pada 4 Maret 2012, sedang yang 3 lagi hilang entah kemana.
Mendengar penjelasan asistennya ketua DPRK M.Nasir terlihat gugub dan membenarkan bahwa ada proposal IMM Aceh Barat Daya hilang tidak tau kemana, atas kesalahan tersebut M.Nasir selaku ketua Dewan Kabupaten Abdya meminta ma’af kepada kader IMM Abdya, dirinya berjanji akan mencari agar proposal tersebut bisa di dapatkan kembali.
                saya mohon pengertian adek-adek IMM, kehilangan itu bukan di sengaja tetapi maklumlah terlalu banyak hal yang harus saya pikirkan, proposal kenduri maulid sampai proposal mahasiswa, dari mulai kecamatan Manggeng hingga Keujung babahrot ( Sambil memperlihatkan sebuah proposal berlambangkan duasingga ) untuk itu saya minta ma’af kepada adek-adek dan persoalan ini saya berharap tidak perlu diperpanjang” begitu elak M.Nasir sambil meminta ma’af”.
                Mendengar ucapan pembenaran  Ketua DPRK Abdya M.Nasir atas hilangnya beberapa proposal IMM yang telah di agendakan, Baidullah selaku Ketua Bidang Organisasi dan Mizan, secara bersamaan begitu mudah bapak meminta ma’af itu sama halnya bapak tidak menghargai hal pemikiran Kader IMM, Perlu bapak tau Proposal IMM Yang kami ajukan bukan kepentingan pribadi kami!!! Tapi ada kaitannya dengan kepentingan bersama, seperti seminar sehari denga thema“menanti gebrakan dari pemerintah baru abdya” itu bukan kepentingan kami, dengan adanya seminar kita undang keucik dan tuha peut gampoeng untuk berdialogis terkait dengan mau dibawa kemana abdya ini, lihat saja hampir 200 hari lebih belum jelas arah pembangunan 5 tahun Kedepan.
                enak sekali kalau minta ma’af seperti itu, kegiatan ini bukan untuk pribadi kami tetapi ada kaitannya dengan aceh barat daya” tandas mizan dengan suara agak nyeleneh.
                Sementara Sekretaris Umum PC IMM Abdya Menambahkan sekaligus mengusulkan, agar persoalan ini dicukupkan saja, dan dirinya berharap kejadian ini hanya dirasakan oleh imm abdya saja, tidak terjadi pada masyarakat abdya, “ kita berharap kejadian in menjadi bahan pembelajaran kedepan untuk sebuah perbaikan tanpa terulang lagi
                Kehadiran kader imm Abdya kegedung DPRK Abdya sekira jam 9.30 Wib, dan setelah terjadi dialogis yang alot dan mendengar permintaan maaf ketua dprk Abdya Kader imm abdya, membubarkan dan meminta izin keluar dari ruangan ketua dewan Abdya pada jam 12.28 Wib.

Minggu, 20 Januari 2013

HAYALAN BUPATI ABDYA


Oleh : Ketua Umum PC IMM Abdya
 
Tesentak batin dan terpusat perhatian saat membaca statement Sang BUPATI di salah satu media Cetak di Aceh Barat Daya edisi kemarin, bertajuk "AREAL LAPANGAN PERSADA AKAN DI JADIKAN PEDAPA BUPATI ABDYA", tentu tidak ada yang salah dengan statemen tersebut, tetapi menarik untuk di kumpulkan dan dirangkai dalam untaian kata-kata.

Bupati Abdya boleh saja menghayal sesuai dengan keinginannya, tetapi jangan lupa alhasil tetap ditangan Masyarakat, jika masyarakat setuju, tentu dengan sendirinya upaya tersebut bisa terealisasi sekalipun harus menyerab anggaran dan memakan waktu yang tidak sedikit.

Itulah cirikhas Pemimpin Abdya dari masa-kemasa, pembangunan yang satu belum selesai sudah ada upaya baru yang direncanakan, persis seperti episode sebuah perfileman yang tidak tau kapan berakhir ceritanya, Lihat saja pembangunan MESJID AGUNG DI DAERAH SINALOEH Kec, Blangpidie yang masih terbengkalai hingga saat ini, Mesjid Agung hasil dari warisan rezim terdahulu.
Tentu upaya pembangunan mesjid itu menjadi sebuah Barometer untuk pembangunan "ISTANA BUPATI" yang direncanakan dalam APBK 2013, Kenapa tidak dirampungkan dulu produk orbitan masa lalu sehingga tidak terjadi tumpang tindih pembanguan baru.
Terkesan Bupati Aceh Barat Daya tidak tau harus membangun apa??? Sehingga suatu malam beliau bermimpi ingin membangun "ISTANA BARU" untuk orang nomor 1saat ini dan seterusnya. Padahal setelah membaca VISI dan MISI yang tertulis DALAM 10 lembar kertas, tidak terlihat adanyan perencanaan pembanguan Pendapa Baru, Yang ada, HANYA Peningkatan kesehatan gratis, Peningkatan Mutu Pendidikan, sosial dan masih banyak butiran lainnya.
Dengan masa jabatan yang terhitung hapir 200 hari belum terlihat adanya upaya-upaya penyegaran birokrasi pemerintahan, dulu dalam orasi dan setiap pertemuan selalu mengaitkan tentang pemerintahan yang baik, tetapi ucapan itu hanya sebatas teoritis dan bungkusan politik saja, buktinya hingga kini belum ada penyegaran birokrasi dilakukan oleh bupati abdya.
Mimpi membangun pendapa Baru pasti terwujud karena dirinya adalah orang NOMOR 1 ABDYA, tetapi bangaimana dengan MIMPI MASYARAKAT MISKIN YANG MENDIAMI GUBUK REOT di beberapa kecamatan di Aceh Barat Daya, Akan kah mimpi orang-orang kecil ini akan terwujud atau masyarakat hanya bisa menunggu dan bermimpi tanpa ada kepastian dari pemerintah baru saat ini.
Melalui rubrik ini saya selaku putra daerah mengusulkan, SEBELUM BUPATI Abdya BERMIMPI, TOLONG WUJUTKAN MIMPI KAMI (masyarakat Miskin ini) yang pernah anda janjikan dalam orasi pada pesta demokrasi tahun lalu, apakan anda sudah lupa dengan janji-janji anda??? dengan tulisan yang kurang teratur ini saya berharap mampu mengingatkan sang bupati untuk mewujudkan mimpi rakyatnya dulu, bukan mimpi BUPATI ABDYA. Jangan sampai keluar kata-kata vulgar, justru akan membakar jengot anda sendiri denga sebutan BUPATI ABDYA "INGKAR JANJI"
Kenapa tulisan ini mucul di jejaringan sosial, karena saya tidak diberikan waktu luang untuk menyampaikan hal ini, padahal kurang lebih pada jam 20.00 WIB, saya pernah menghubungi salah seorang ASPRI (Asisten Pribadi) Bupati untuk menyampaikan hal ini, tetapi nasib saya sial, Aspri melalui smsnya menulis "PAK BUPATI SEDANG SIBUK" maklum kalau bagi rakyat kecil memang sibuk.
selaku putra daerah saya merasa punya wakil rakyat untuk menyampaikan terkait dengan HAYALAN BUPATI ABDYA, Tetapi saya merasa enggan, karena saya melihat wakil-wakil rakyat Abdya, sibuk melancong ke luar daerah tanpa memikirkan kebutuhan rakyatnya, buktinya mereka lebih senang jalan-jalan dengan keluarga untuk menghabiskan uang rakyat, ketimbang berpikir untuk rakyatnya. ingin saya sampaikan juga sia-sia, karena berat dugaan saya mereka (LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF) sedang harmonis. ya...... membahas kepentingan untuk 2014. karena jika masa jabatan habis, Sebagian besar Anggota DPRK Abdya harus jadi penganguran, TANPA ADA KERJA.
terbisit dalam hati sanubari JIKA LEGISLATIF DAN EKSEKUTI sudah tidak peka lagi terhadap rakyatnya, mau ngadu sama siapalagi?? kecuali kepada ilahi rabbi, tetapi ada pengaduan alternatif yaitu DISIMPANG CERANA BLANGPIDIE dengan melibatkan teman-teman seperjuangan,mungkin dengan cara seperti itu "PENGUASA " DI KABUPATEN yang berjulukan NAGARI BREUH SIGUPAI bisa sadar dan terbangun dari mimpinya UNTUK mewujutkan MIMPI RAKYATNYA, yang sudah lama tercabik-cabik dan terbuang di lembah yang hina.
jika ada pihak yang kurang senang dengan tulisan ini, kritik dan saran boleh di sampaikan melalui komentar-komentar yang serat dengan asaz ekualitas...oke.

Senin, 10 Desember 2012

IMM Abdya Gelar Aksi Anti Korupsi Di Bundaran Cerana

* Tuntut Tuntaskan Sejumlah Kasus Korupsi

BLANGPIDIE - Menyambut hari anti korupsi se-dunia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar aksi demo di  Bundaran Cerana, Kota Blangpidie, Minggu (9/12) siang. Mereka mendesak aparat penegak hukum setempat secepatnya menuntaskan sejumlah kasus dugaan tindak korupsi, dan  menuntut Kejaksaan Negeri Blangpidie dan Kapolres Abdya mundur dari jabatannya, jika sampai tanggal 31 Desember 2012 gagal menuntas kasus dugaan korupsi  di daerah seempat.

Aksi demo berjalan tertib dan lancar dimulai sekitar pukul 09.30 WIB melibatkan puluhan peserta dari PC IMM. Selama aksi berlangsung, arus  lalu lintas di lokasi tetap berjalan lancar. Di lokasi, peserta demo mengusung sejumlah spanduk dari kertas karton dan kain putih betuliskan sorotan dan sindiran terhadap aparat penegak hukum dan oknum pejabat.

Seperti spanduk bertuliskan “Penegak hukum Abdya tuntaskan para koruptor di Abdya”. “Tikus berdasi hama yang sangat berbahaya wajib dibasmi”. “Adili Koruptor dan usut untas sejumlah kasus korupsi di Abdya”. “Para penegak hukum jangan tergoda dengan uang receh”. “IMM Abdya kutuk kebiadaban Pioner-pioner koruptor di Abdya”. “Adili dan asingkan para tikus berdasi di negeri breuh sigupai”.

Dalam aksi yang dikawal sejumlah aparat kepolisian itu, beberapa peserta aksi demo menyampaikan orasi  silih berganti. Intinya  menyorot ketidakmampuan aparat penegak hukum setempat dalam menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan beberapa oknum pejabat setempat.  Ketua Umum PC IMM Abdya, Julida Fisma, turut menyampaikan orasi.

Setelah orasi, Koordinator Aksi, Zulfahmizar membacakan pernyataan sikap PC IMM Abdya yang diberi judul “Selamatkan Abdya, Tuntaskan Kasus Korupsi”.  Ada empat poin penting pernyataan sikap IMM untuk merespons kondisi Abdya.

Senin, 12 November 2012

BUPATI ACEH BARAT DAYA MERESMIKAN LAB BAHASA DAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN LAB TERPADU STKIP MUHAMMADIYAH

.Blangpidie: Bupati Aceh Barat Daya Ir Jufri Hasanuddin MM, hadiri acara peresmian laboratorium Bahasa dan peletakan batu pertama pembangunan laboratorium terpadu STKIP Muhammadiyah di komplek kampus STKIP Muhammadiyah Padang Meurante Kecamatan Susoh Rabu (7/11).
Forum Ini daihadiri oleh  Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Ketua STKIP Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Hj. Liswarni ( Anggota DPRA ), Kodim O107 Aceh Barat Daya, Kapolres Aceh Barat Daya, Kajari Aceh Barat Daya, MPU Aceh Barat Daya dan sejumlah dosen serta mahasiswa STKIP Muhammadiyah.
Ketua Panitia Afdhal Jihad, S.Ag.MPd dalam laporannya mengatakan, STKIP Muhammadiyah dalam penerimaan mahasiswanya tidak hanya untuk kalangan Muhammadiyah saja tetapi juga untuk seluruh anak negeri. ”STKIP Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya hingga saat ini terus memfokuskan diri pada peningkatan karakteristik mahasiswa yang harmonis dan islami,” imbuhnya.
Peresmian laboratorium Bahasa dan pelatakaan batu pertama pembangunan laboratorium terpadu STKIP Muhammadiyah merupakan bantuan aspirasi anggota DPRA Aceh Hj. Liswarni dari Partai Amanat Nasional (PAN),”Walau selama ini pemerintah daerah sangat kurang memberikan perhatiaannya, namun STKIP Muhammadiyah mampu berdiri dan mandiri,” pungkasnya.
Bupati Aceh Barat Daya Ir Jufri Hasanuddin dalam arahannya tidak menapik kurangnya perhatian Pemkab selama ini, namun kedepan Bupati mengatakan Pemkab akan membantu setiap proses di STKIP Muhammadiyah. ”Pada tahun 2013 ini Insyah Allah Pemkab Aceh Barat Daya akan memberikan bantun 2 miliar untuk pembangunan STKIP Muhammadiyah,” imbuh Bupati
Bupati mengatakan, adanya STKIP Muhammadiyah diharapkan Aceh Barat Daya mampu melahirkan putra-putri berwawasan luas dan mandiri. ”STKIP Muhammadiyah harus mampu meningkatkan kwalitas dan kuantitasnya sehingga Aceh Barat Daya dapat melahirkan putra-putri yang dapat memajukan daerah,” katanya.

 

Minggu, 14 Oktober 2012

PELATIHAN KEPEMIMPINAN DASAR SISWA MAS KUALA BATEE


.

Sebanyak 40 peserta dari siswa-siswi MAS Kuala batee mengikuti pelatihan Kepemimpinan Dasar  yang dilaksanakan oleh OSIM MAS Kuala batee Bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh Barat Daya. Pelatihan ini dilaksanakan bertujuan untuk membentuk karakter siswa siswi seperti yang dipaparkan oleh Hj.Rosnani Adam DA selaku pengawas pendidikan kementerian Agama Islam Kabupaten Aceh Barat Daya pada saat pembukaan acara tersebut di aula MAS Kuala batee.
Juga disampaikan oleh Syahrul Ramadhan,S.Pd.I selaku wakil kepala Madrasah sekaligus Pembina OSIM MAS Kuala Batee, beliau juga menyampaikan agar acara tersebut terlaksana dengan sukses serta menyerahkan seluruh peserta kepada Instruktur dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh barat Daya.
Pelatihan kepemimpinan dilaksanakan sehari semalam pada tanggal 13-14 oktober 2012 di aula mas kuala batee dengan tema “Bina Akhlak dan  Intelektual wujudkan prestasi anak didik” kegiatan ini juga di isi beberapa materi mengenai peran siswa dalam masyarakat,akhlakul karimah ,job description,penyusunan laporan serta materi kepemimpinan.
Kegiatan ini di akhiri dengan mengikuti renungan suci bagi seluruh peserta.( Immawan Martunis )


Kamis, 11 Oktober 2012

KUTIPAN KATA-KATA BIJAK KETUM IMM ACEH BARAT DAYA

 OLEH : JULIDA FISMA
KETUA UMUM PC IMM ACEH BARAT DAYA

1.Jika ke egoan sudah meliliti hati seorang Pemimpin, Maka, kehacuran Hanya menunggu hitungan detik saja. (Julida Fisma).
2.Pemimipin yang bijak bukan hanya mengakomodir semua masukan, akan tetapi mampu menyatukan perbedaan kepentingan yang layak untuk di putuskan. (Julida Fisma).
3.Keutamaan hidup, bukan bagaimana kita mampu merangkul,mengajak, memfitnah dan mengadu domba orang lain, Akan tetapi, ke utamaan hidup adalah bagaimana kita mampu untuk saling sehat menasehati demi sebuah kebenaran. (Julida Fisma)
4. Menepati Janji Lebih Baik Dari Jutaan Alasan. (Julida Fisma)
5. Berpikir sedetik untuk melangkah, tidak menyebabkan anda akan rugi. Melangkah tanpa berpikir bisa jadi menuai harapan yang tak pasti. (Julida Fisma).
6. Mengakui Kesalahan dan berjabat tangan untuk sebuah perbaikan, akan lebih bermakna dari memelihara sifat ke egoan, karena ego berlebihan berdampak pada diri dan orang lain. (Julida Fisma)    
 

Rabu, 10 Oktober 2012

KASIH TERSELIMUTI

Oleh : Julida Fisma
Ketua Umum PC IMM Aceh Barat Daya

Setiap pemimpin tentu ada masanya, setiap masa tentu akan berakhir, ungkapan sederhana, namun mengandung ribuan makna, lalu apa kaitannya dengan kasih terselimuti? Jawabannya ada ,akan tetapi punya siratan dan kiasan makna tersendiri. Kasih disini merupakan wujud perbuatan yang di berikan secara sengaja untuk sebuah harapan baru dan nyata, tetapi sering di baluti oleh sejuta kepentingan-kepentingan yang tidak pasti, kasih terselimuti bisa di kolerasikan dengan kepentingan apa saja, Dari mulai kepantingan pribadi, golongan, kelompok dan lain sebagainya.
Sebuah contoh sederhana, menjelang Musyawah Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kabupaten yang berjulukan Negeri Breuh Sigupai yang hanya tingga hitungan hari lagi menjadi momen yang “suci” untuk transpormasi kader dalam menyambung estapet kepemimpinan. Tentunya di sini akan adanya sebuah arena tempat Kontestan-kontestan berkompetisi secara sehat tanpa ada cara-cara anti demokrasi, (kita harapkan seperti itu), mereka yang bersaing adalah kader-kader yang berdedikasi tinggi yang diawali oleh proses-proses dan berakhir dengan pemberian mandat oleh Ikatan untuk menjalankan roda Organisasi.
Contoh sederhana di atas adalah sebuah momen, bagi orang-orang yang punya kepentingan, baik sesaat, maupun seterusnya, bersifat pribadi, kelompok dan sebagainya esensialnya tetap pada koridor awalnya itu KEPENTINGAN, namun perlu digaris bawahi bukan kepentingan kalayak banyak sekalipun kata kepentingan kalayak banyak itu juga diselimuti. Kita kembali ke pokok persoalan terkait dengan Judul KASIH TERSELIMUTI.
Disini akan hadir oknum,tokoh-tokoh,senior-senior dan Kanda-kanda yang seolah-olah menjadi juru penyelamat bagi Ikatan dimaksud, namanya juga sesepuh, tentu retorikanya bisa mematahkan setiap sudut pandang orang lain sekalipun rasional. Disitu sang TOKOH akan menebarkan angin segar yang mampu menina bobokkan segenap bawahan or juniornya yang masih mempunya pengalaman organisasi dangkal, kalau dalam bahasa ENGLISHnya “ DI PEUBODOH-BODOH” alias di pengeut, saya tidak mengatakan itu benar tapi begitu adanya.
Untaian kata MENYELAMATKAN, SAYANG terhadap oragnisasi gencar di alamatkan dan di bicarakan disaat berinteraksi dengan sejumlah kader-kadernya, kata “ menyelamatkan, sayang, bisa di artikan sebagai Sebuah “KASIH” atau “KEPEDULIAN” atau “RASA CINTA “ yang cukup mendalam terhadap organisasi. Bermodalkan kata-kata dan sikap “sok suci” tersebut akan menghasilkan puluhan pengikut, wow liciknya. Secara tidak langsung di arena musyab akan biasa mengakomodri kepentingannya dengan menitipkan orang-orangnya di Struktural nantinya, sebagai bentuk kepedulian”mereka” untuk menyelamatkan organisasi dari tangan-tangan orang yang menurut mereka tidak layak memimpin roda organisasi tepatnya orang nomor satu dalam Ikatan, berpijak pada Analisis Swot keliru persi mereka.
Disini kita akan ada sebuah PERBEDAAN dan perbedaan ini harus benar –benar cermat dinilai dan diteliti, saya yakin hanya orang-orang yang berdedikasi tinggi yang mampu mencermati secara bijak perbedaan ini, Kita coba bandingkan Yang mana sebenarya oknum Tokoh, senior, dan kanda kanda yang benar-benar loyal terhadap organisasi dan Tokoh,senior, kanda yang bermulut dan bersikap manis saja padahal mempunyai sejuta kepentingan.
KITA BUKTIKAN :
Oknum Senior, Tokoh, dan Kanda yang mengatakan sayang, cinta dan loyal terhadap oragnisasi yang bermain di belakang layar dan menitipkan orang –orangnya dalam structural formatur atas nama PENYELAMATAN Organisasi, apakah orang –orang ini yang benar benar loyal terhadap organisasi????
Atau ada Oknum Senior, tokoh dan Kanda yang hanya memperhatikan dari luar saja tanpa bermain dan meng interpensi juniornya???
Tentu jawabannya ada pada diri kita masing-masing, akan tetapi bagi saya, Senior, Kanda dan tokoh yang bermain di Arena musyab sekalipun itu meng atas namakan PENYELAMATAN itu adalah Senior, Kanda dan tokoh yang menghacurkan organisasi, dan melecehkan uniform ikatan dan itulah orang-orang yang dimaksud dengan KASIH TERSELIMUTI. Percaya atau tidak tergantung pada prinsip masing-masing.
Saya berharap kepada senior, tokoh dan kanda untuk tidak mempraktekkan KASIH TERSELIMUTI di arena Musyab nantinya, Biarkan kebebasan berdemokrasi secara sehat sesuai dengan keinginan mereka tanpa sedikitpun adanya interpensi, jika ingin Organisasi or Iktan ini jaya dan bermartabat untuk yang akan datang, dan saya cukup yakin jika para senior, kanda dan tokoh sepakat dengan karya kecil ini.
Kebebasan demokrasi beda dengan demokrasi interpensi, saya juga percaya bahwa peserta musyab punya niat baik untuk melaksanakan proses selektif tanpa adanya interpensi sedikitpun.

Bilahifisabilihaq Fastabikhul Khairat